NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Persoalan sampah yang terus meningkat menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Lamandau. Untuk menyiapkan pembenahan sistem pengelolaan sampah daerah, Bupati Lamandau Rizki Aditya Putra melakukan kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu–Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya mencari model pengelolaan sampah yang dinilai lebih efektif dan berkelanjutan. Dalam rombongan itu, Bupati Lamandau didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Lamandau, Ostra Wungkana. Mereka disambut langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono beserta jajaran pengelola TPST setempat.

Selama kunjungan, rombongan meninjau langsung sistem pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang diterapkan di Banyumas.

Sistem ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga mengubah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF), melalui proses pemilahan dan pengolahan yang melibatkan peran aktif masyarakat.

Bupati Rizki menyampaikan bahwa pengelolaan sampah ke depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurutnya, diperlukan perubahan pola pengelolaan yang lebih modern dengan mendorong keterlibatan masyarakat, dimulai dari lingkungan rumah tangga.

“Kita belajar dan melihat langsung bagaimana mereka mengelola sampah rumah tangga berbasis 3R dengan melibatkan masyarakat. Dari proses itu, sampah yang ada bisa diubah menjadi bahan bakar alternatif yang bermanfaat,” ujar Rizki Aditya Putra saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 11 Mei 2026

Ia menilai pola pengelolaan sampah yang diterapkan di Banyumas dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Lamandau dalam melakukan pembenahan tata kelola persampahan.

“Selain mampu mengurangi dampak pencemaran lingkungan, sistem tersebut juga membuka peluang pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” katanya.

Bupati Rizki berharap hasil studi tiru ini dapat diterapkan secara bertahap di Kabupaten Lamandau. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

“Yang paling penting adalah membangun kebiasaan masyarakat agar peduli terhadap sampah. Kalau hal itu bisa berjalan, pengelolaan sampah di daerah akan jauh lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)