BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Kepala Cabang Perum Bulog Pangkalan Bun, Ricky Bagus P memastikan ketersediaan stok minyak goreng merek MinyakKita di gudang Bulog dalam kondisi aman. Ia menyebutkan, pasokan minyak goreng tersebut masih terus berjalan dengan pengiriman bertahap dari pihak pabrik.
Ricky mengungkapkan, distribusi juga terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan di tingkat pasar. Pada Minggu, 10 Mei 2026, Bulog telah menyalurkan sekitar 12.000 liter MinyakKita kepada agen resmi Bulog yang berada di Pasar Indrasari, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng bersubsidi.
Namun Ricky menjelaskan bahwa tidak semua pedagang di pasar merupakan agen resmi Bulog. Untuk menjadi agen atau mitra Bulog, pedagang diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administratif.
Syarat tersebut meliputi kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pengecer, serta melampirkan dokumentasi berupa foto toko atau kios yang dilengkapi dengan lokasi usaha.
Ia menegaskan, pedagang yang tidak memenuhi persyaratan tersebut umumnya memperoleh pasokan MinyakKita dari distributor lain atau melalui rantai distribusi tidak langsung. Kondisi inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab perbedaan harga di pasaran.
“Sehingga mereka menjual dengan harga Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per liter karena mendapatkan barang dari tangan kedua atau seterusnya,” jelasnya, Senin, 11 Mei 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di Pasar Indrasari, Ricky menyebut harga acuan MinyakKita masih berada di angka Rp15.700 per liter sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pihaknya pun mengimbau para pedagang untuk memasang banner HET MinyakKita sebesar Rp15.700 serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga dan distribusi di lapangan.
Ricky menambahkan, bahwa pemerintah hanya menetapkan sekitar 35 persen kuota produksi MinyakKita dalam skema Domestic Market Obligation (DMO) yang disalurkan melalui BUMN pangan, termasuk Bulog.
Sementara itu, sekitar 65 persen produksi berada di ranah swasta, sehingga distribusi dan ketersediaannya juga dipengaruhi oleh pihak non-pemerintah.
Pihaknya juga menginformasikan, bahwa saat ini stok Bapokting Kabupaten Kobar mulai dari Beras sebanyak 1.120 ton, Gula sebanyak 88 ton, dan Minyak sebanyak 55 ribu liter.(NURITA)









