SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kegiatan gotong royong membersihkan Sungai Keramat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu pagi, 10 Mei 2026 berlangsung tak biasa. Selain melibatkan puluhan aktivis lingkungan dan warga, kegiatan itu juga diikuti seorang turis asal Norwegia.

Di tengah proses pembersihan sungai, para relawan bahkan menemukan seekor ular piton sepanjang sekitar tiga meter yang bersembunyi di tumpukan rumput dan enceng gondok.

"Turis dari Norwegia itu memang sedang ada agenda ke Sampit, lalu dia ingin ikut berpartisipasi membantu kegiatan gotong royong mengangkut sampah," kata salah satu Aktivis lingkungan Sampit, Hari, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut dia, aksi bersih sungai tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan banjir yang belakangan kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Sampit.

Para relawan turun langsung membersihkan saluran air, mengangkat sampah, rumput liar, hingga enceng gondok yang menutupi aliran sungai.

"Kami bergerak karena akhir-akhir ini sering terjadi banjir di Sampit. Selain membersihkan sungai, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 orang yang terdiri dari aktivis lingkungan, relawan pemuda, unsur kelurahan, kecamatan, hingga dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim yang membantu satu unit mobil angkut sampah.

"Camat Baamang, lurah, relawan pemuda Sampit dan kawan-kawan aktivis ikut turun langsung. Intinya kami tidak memaksa, siapa saja yang peduli dipersilakan bergabung," tambahnya.

Dalam kegiatan itu, para relawan membersihkan aliran sungai sepanjang kurang lebih 10 meter yang dipenuhi sampah dan tanaman liar. Namun saat proses pembersihan berlangsung, para relawan dikejutkan dengan kemunculan seekor ular piton berukuran besar. "Kami menemukan ular piton atau sanca sekitar tiga meter di tumpukan rumput saat membersihkan sungai," ungkap Hari.

Beruntung ular tersebut tidak menyerang para relawan yang berada di lokasi. Setelah berhasil diamankan, ular piton tersebut kemudian dilepasliarkan kembali ke habitatnya agar tidak membahayakan warga maupun lingkungan sekitar.

Hari berharap kegiatan gotong royong seperti itu ke depan dapat melibatkan lebih banyak masyarakat sehingga kepedulian terhadap kebersihan sungai dan lingkungan semakin meningkat.

"Kami berharap makin banyak masyarakat yang ikut peduli menjaga lingkungan, terutama kebersihan sungai agar persoalan banjir bisa sama-sama dicegah," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)