BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Harga minyak goreng merek Minyakita di sejumlah warung sembako wilayah Kuala Kapuas dilaporkan mengalami kenaikan dan kini dijual di kisaran Rp20 ribu per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700.
Pantauan dan informasi yang dihimpun pada Senin, 11 Mei 2026, kenaikan harga terjadi di beberapa titik penjualan, termasuk kawasan Jalan Melati, Jalan Seroja, hingga Jalan Barito. Sejumlah warga mengaku harga serupa ditemukan di beberapa warung dengan stok yang semakin terbatas.
Dalam percakapan warga yang beredar, salah seorang pembeli menyebut Minyakita dijual Rp20 ribu per liter di kawasan Jalan Seroja. Kondisi ini disebut bukan baru terjadi hari ini, melainkan sudah dirasakan sejak hari sebelumnya di beberapa lokasi penjualan.
Selain harga yang naik, persoalan stok juga mulai dikeluhkan masyarakat. Beberapa warung yang sebelumnya diketahui rutin menyediakan Minyakita dalam jumlah cukup, kini mengaku kesulitan memperoleh pasokan baru.
“Sedang kosong, stoknya. Lagi susah dicari,” ujar Dayat, pedagang sembako di kawasan Jalan Barito, saat dikonfirmasi terkait ketersediaan Minyakita.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, mengingat Minyakita selama ini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat karena harganya yang lebih terjangkau dibanding minyak goreng komersial lainnya. Kenaikan harga disertai keterbatasan stok dikhawatirkan dapat berdampak pada pengeluaran rumah tangga.
Hingga berita ini diterbitkan, gambaran menyeluruh harga dan stok Minyakita di Kuala Kapuas masih dalam penelusuran. (SABRIANOOR/y)









