KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Paket pengadaan bertajuk Wallpaper Rujab Ketua DPRD Kabupaten Kapuas dengan nilai pagu Rp1.500.295.000 menjadi perhatian publik setelah detailnya beredar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari warganet, Senin, 11 Mei 2026.

Berdasarkan penelusuran pada sistem informasi rencana umum pengadaan (RUP) pemerintah, paket tersebut tercatat dalam tahun anggaran 2026 dengan metode pemilihan E-Purchasing serta total pagu sebesar Rp1,5 miliar.

Dalam detail paket yang beredar, pengadaan itu diumumkan pada 5 Februari 2026 pukul 09.11 WIB. Sistem juga menampilkan jadwal pelaksanaan kontrak mulai Februari hingga Juli 2026, dengan masa pemanfaatan barang/jasa hingga Desember 2026.

Meski demikian, informasi yang tampil belum menunjukkan secara rinci progres fisik pekerjaan, nama penyedia, maupun dokumen kontrak yang dapat diakses publik dari halaman tersebut.

Nilai anggaran yang cukup besar untuk nomenklatur pengadaan wallpaper rumah jabatan memicu diskusi di kalangan masyarakat. Sejumlah warganet mempertanyakan rincian kebutuhan serta urgensi anggaran tersebut.

Sebagian komentar bernada satir. “Terbuat dari lapisan emas mungkin,” tulis salah satu akun dalam kolom komentar, disertai emoji tertawa.

Komentar lain menyinggung perlunya transparansi dan pemeriksaan detail pengadaan. “Selidiki, mulai dari harga standar, tempat beli, nota pembelian, stempel dan project fee,” tulis akun lainnya.

Meski banyak komentar bernada kritis dan sindiran, sebagian warganet juga meminta publik menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Polemik ini menambah perhatian publik terhadap isu transparansi belanja pemerintah daerah, khususnya pada paket-paket pengadaan dengan nilai anggaran besar yang muncul di sistem publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan resmi yang dapat diverifikasi media mengenai status final paket tersebut, apakah masih aktif, telah direvisi, atau merupakan bagian dari perencanaan yang tidak dilanjutkan.

Borneonews masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi lebih lanjut mengenai status administrasi dan ruang lingkup paket dimaksud. (SABRIANOOR/H)