PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan debit air dan luapan sungai di berbagai titik wilayah kota.

Langkah ini diambil untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus mendeteksi dini potensi risiko bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi, guna menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat luas.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi menyampaikan bahwa salah satu lokasi yang menjadi fokus pemantauan tim adalah kawasan Dermaga Petuk Katimpun, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya.

Lokasi ini kerap menjadi perhatian mengingat posisinya yang berada berdekatan dengan aliran sungai, sehingga perubahan kondisi air sangat berpengaruh langsung terhadap aktivitas dan keamanan warga sekitar.

"Berdasarkan hasil pengukuran dan pencatatan yang dilakukan tim pemantau di lokasi, ketinggian debit air saat ini tercatat mencapai angka 390 sentimeter," katanya, Selasa, 12 Mei 2026.

Angka tersebut masih berada dalam batas aman dan belum menimbulkan gangguan berarti maupun ancaman bahaya banjir bagi lingkungan pemukiman maupun fasilitas umum yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Hingga saat ini, seluruh aktivitas dan kegiatan masyarakat di sekitar Dermaga Petuk Katimpun berjalan seperti biasa dan dalam keadaan normal.

Warga masih dapat beraktivitas, bekerja, dan bergerak bebas tanpa terhalang atau terganggu oleh naiknya permukaan air sungai, dan belum ditemukan adanya indikasi kerusakan atau dampak negatif lain akibat kondisi air tersebut.

Meski kondisi saat ini dinilai aman dan terkendali, pihak BPBD tetap mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di pinggiran aliran sungai.

Masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak menganggap remeh kemungkinan terjadinya kenaikan debit air secara tiba-tiba yang bisa dipicu oleh curah hujan tinggi maupun faktor alam lainnya.

Pihaknya juga memastikan tim pemantauan akan terus siaga dan memantau perkembangan ketinggian air secara berkala dan berkelanjutan.

"Informasi terkini akan terus disampaikan kepada publik, agar masyarakat senantiasa mendapatkan pembaruan data dan dapat mengambil langkah antisipasi sedini mungkin demi keselamatan bersama," pungkasnya. (PATHUR/H)