SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Azwar Fuad menegaskan, distribusi MinyaKita bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Bulog. Sebab, sesuai regulasi pemerintah, penyaluran MinyaKita tersebut juga melibatkan pihak swasta.

"Yang perlu kita ketahui saat ini seolah-olah distribusi MinyaKita itu tanggung jawab Bulog, padahal sesuai peraturan penyalurannya melalui BUMN pangan hanya sekitar 35 persen. Itu pun tidak semua di Bulog, tetapi juga ada Id Food. Jadi kalau dilihat presentasenya, masih lebih banyak swasta," ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.

Hal tersebut ia sampaikan menanggapi tingginya harga eceran MinyaKita di pasar PPM Sampit mencapai Rp20 ribu/liter.

Meski distribusi dilakukan bertahap, pihaknya memastikan stok MinyaKita di gudang Bulog Kotim dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan pihaknya baru saja menggelontorkan MinyaKita ke Pasar PPM Sampit pada Minggu, 10 Mei 2026.

"Kalau MinyaKita datangnya memang bertahap. Tetapi saat ini kami pastikan stok MinyaKita di Bulog aman," katanya.

Dirinya juga menanggapi keluhan sejumlah pedagang di Pasar PPM Sampit yang mengaku tidak lagi mendapatkan jatah MinyaKita dari Bulog. Ia menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku saat ini Bulog hanya menyalurkan MinyaKita kepada pedagang yang telah resmi menjadi mitra.

Salah satu syarat utama menjadi mitra Bulog adalah pedagang wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha.

"Sejauh ini kendalanya memang baru beberapa pedagang Pasar PPM yang menjadi mitra Bulog. Sementara kalau di Pasar Keramat, pedagang lebih tertib dan lebih banyak yang menjadi mitra," tambahnya.

Ia mengimbau para pedagang eceran yang kesulitan memperoleh MinyaKita agar segera mendaftarkan diri sebagai mitra Bulog. Proses pendaftaran disebut tidak dipungut biaya.

"Kalau ada pedagang eceran di pasar yang kesulitan mendapatkan MinyaKita, silakan datang ke kantor Bulog untuk mendaftar jadi mitra Bulog. Tidak ada pungutan biaya, hanya perlu melengkapi persyaratan saja," tegasnya.

Saat ini, jumlah mitra Bulog di wilayah Kotim dan Seruyan tercatat sekitar 110 mitra. Menurut Azwar, sebenarnya minat pedagang untuk menjadi mitra cukup tinggi karena pemasaran minyak goreng tergolong cepat dan laris di pasaran.

"Kendalanya, kebanyakan mereka itu hanya mau menerima barangnya, tetapi tidak mau memenuhi kelengkapan administrasi menjadi mitra," bebernya. Syarat menjadi mitra Bulog dinilai cukup sederhana, yakni melampirkan fotokopi KTP, NPWP, dan NIB.

Ia menambahkan, pedagang yang menjadi mitra Bulog bisa mendapatkan MinyaKita dengan harga lebih murah Rp14.500 per liter. Otomatis pedagang bisa menjual ke konsumen lebih murah. (DEWI PATMALASARI/R)