BORNEONEWS, Sampit - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap optimistis menghadapi Pra Porprov XIII Kalimantan Tengah meski persiapan dinilai lebih lambat dibanding sejumlah daerah lain.
"Memang kalau kita melihat persiapan kita agak terlambat dibanding kabupaten lain. Tapi kami dari IPSI Kotim harus tetap optimistis meraih prestasi maksimal walau keterbatasan persiapan dan pendanaan," kata Ketua IPSI Kotim Riskon Fabiansyah, Selasa, 12 Mei 2026.
Saat ini IPSI Kotim tengah melaksanakan seleksi atlet untuk menghadapi Pra Porprov XIII Kalteng. Seleksi tersebut digelar selama dua hari di Gedung Olahraga (GOR) Indoor Voli Stadion 29 November Sampit.
Sebanyak 65 atlet dari berbagai perguruan silat yang berada di bawah naungan IPSI Kotim mengikuti seleksi tersebut. Dalam kegiatan itu, terdapat sekitar 13 kelas yang dipertandingkan untuk menjaring atlet terbaik.
Riskon menjelaskan, seleksi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi Porprov XIII Kalteng yang akan digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pencak silat sebelumnya mampu menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang prestasi bagi Kotim pada ajang Porprov Kalteng sebelumnya dengan raihan tujuh medali emas, enam perak dan lima perunggu.
Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi IPSI Kotim untuk bisa kembali mempertahankan prestasi pada ajang olahraga tingkat provinsi mendatang.
"Kalau kita mengacu kepada raihan porprov sebelumnya, tentu bukan hal yang mudah untuk mempertahankannya. Memang kalau melihat persiapan, kita agak terlambat dibanding kabupaten lain yang akan berlaga di Porprov di Kotawaringin Barat nanti," ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan persiapan dan pendanaan, IPSI Kotim tetap berupaya memaksimalkan potensi atlet yang ada agar mampu bersaing dengan daerah lain.
Selain itu, IPSI Kotim juga masih menunggu kepastian dari KONI terkait jumlah kuota kelas yang akan dipertandingkan pada cabang olahraga pencak silat di Porprov XIII Kalteng.
Hal tersebut membuat jumlah final atlet yang akan dipersiapkan masih belum dapat dipastikan sepenuhnya.
"Nanti kita melihat karena dari KONI sendiri kita belum mendapatkan informasi valid terkait berapa kuota kelas yang diperbolehkan. Jadi kita masih menunggu petunjuk dari KONI Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









