PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kasus sakit mata di Kabupaten Pulang Pisau mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Banyak warga dilaporkan mengalami gejala mata merah, gatal, berair, hingga belekan.

Direktur RSUD Pulang Pisau, dr. Muliyanto Budihardjo, mengatakan sebagian besar pasien yang datang berobat mengalami konjungtivitis kataralis. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan mudah menular.

“Namanya konjungtivitis kataralis, jadi itu virus dan cepat menular. Apalagi kalau kita dekat dengan penderita pasti bisa tertular,” ujar dr. Mul, sapaan akrabnya, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penularan penyakit tersebut dapat terjadi melalui udara maupun kontak langsung, seperti melalui tangan atau benda yang telah terkontaminasi.

“Dari udara bisa, kontak melalui tangan juga bisa,” katanya.

Menurut Muliyanto, jumlah pasien sakit mata yang datang ke rumah sakit meningkat. Bahkan, dalam beberapa kasus, satu keluarga bisa terinfeksi secara bersamaan.

“Sudah banyak, bahkan satu keluarga bisa kena semua,” tambahnya.

Ia menyebutkan, gejala yang umum dialami penderita antara lain mata merah, gatal, berair, belekan, perih, bengkak, pandangan buram, hingga muncul sensasi mengganjal pada mata.

Meski mudah menular, Muliyanto menegaskan bahwa penularan sakit mata bukan terjadi hanya karena saling memandang, melainkan melalui kontak langsung dan kebersihan yang kurang terjaga.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan, rajin mencuci tangan, serta mengurangi kontak terlalu dekat dengan penderita sakit mata guna mencegah penularan lebih luas.

“Imbauannya jaga kondisi kesehatan dan jangan terlalu dekat dengan yang sakit mata,” tuturnya.

Muliyanto menambahkan, penyakit tersebut bersifat musiman dan biasanya cepat menyebar ketika sudah ditemukan kasus di lingkungan masyarakat.

“Ini memang musiman. Kalau ada yang kena biasanya cepat banyak,” tandasnya. (RETHA/j)