BORNEO, Muara Teweh – Sampai saat ini, Drg Mario Agung Asmara yang akun Facebook-nya diduga dicatut oknum tertentu dan memposting tulisan berbau SARA, tidak merasakan ancaman dari phak manapun.
“Sejauh ini tidak ada ancaman yang datang baik secara verbal maupun fisik,” ungkapnya saat ditemui Borneonews di Poli Gigi RSUD Muara Teweh, Selasa (3/1/2017).
Ia menuturkan, banyak rekan kerjanya di RSUD Muara Teweh terus mendukung dan tetap percaya kepada dirinya.
Meski begitu, ia mengakui bahwa dirinya mendapat pengamanan khusus dari pihak Polres Barito Utara. “Saya beserta kepolisian saling berkoordinasi,” tuturnya.
Drg Mario juga mengatakan bahwa telepon genggam, akun Facebook, dan email-nya sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Ia melanjutkan, dirinya mulai aktif kembali di RSUD Muara Teweh sejak 2015. Sebelumnya, ia mendapatkan beasiswa dari Kementerian Kesehatan untuk melanjutkan pendidikan.
“Selama setahun bekerja kembali di sini, tidak ada permasalahan dengan teman sejawat dan juga pasien, buktinya saya masih melayani pasien sampai saat ini,” sebutnya.
Namun, ia mengakui bahwa kasus postingan Facebook berbau SARA yang mencatut namanya, membuat dirinya tekanan. Ia pun menyebut telah menjadi korban pembunuhan karekter, pengancaman jiwa, dan paling disayangkan serta khawatirkan kebhinekaan akan terganggu.
“Semua saya serahkan kepada kepolisian, untuk kelanjutan kasus berbau SARA yang mencatutkan nama saya. Sampai saat ini saya masih dipanggil dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” akunya.
Drg Mario juga menyebut bahwa dirinya telah diambil sumpah oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Barito Utara pada Sabtu (31/12/2016). (RAMDHANI/B-3)








