SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Nama KH Muhammad Abrar Dahlan masih hidup dalam ingatan ribuan santri dan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sosok pendiri Pondok Pesantren Darul Amin Sampit itu dikenang bukan hanya karena perjuangannya membangun lembaga pendidikan Islam, tetapi juga karena keteladanan hidupnya yang penuh kesederhanaan dan pengorbanan.

Tahun ini, keluarga besar Pondok Pesantren Darul Amin kembali menggelar haul ke-23 KH Muhammad Abrar Dahlan. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 31 Mei 2026, pukul 08.30 WIB di kompleks Ponpes Darul Amin Sampit dan terbuka untuk umum.

Pimpinan Ponpes Darul Amin Sampit Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar mengatakan, haul menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani perjuangan KH Muhammad Abrar Dahlan dalam membangun pendidikan agama di Sampit.

"Beliau meninggal pada hari ke-11 Zulhijah tahun 2003. Beliau adalah sosok pribadi istimewa, istiqamah, disiplin, tawaduk, dan penuh semangat ikhlas berkorban demi agama," ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.

KH Muhammad Abrar Dahlan dikenal sebagai ulama yang tidak pernah mengejar kemewahan duniawi. Selama hidupnya, seluruh tenaga dan pikirannya dicurahkan untuk membangun pesantren dan mendidik generasi muda. Bahkan, demi perkembangan pondok pesantren, sosok pendiri Ponpes Darul Amin itu rela mengorbankan harta pribadinya.

"Beliau tidak segan mengorbankan kepentingan pribadi. Pernah menjual kebun miliknya demi pembelian pondok pesantren putri," tambah Ustadz Rayyan.

Tak hanya itu, prinsip kehati-hatian dalam mencari rezeki juga menjadi pegangan hidup sang ulama. Ahmad Rayyan menyebut, KH Muhammad Abrar Dahlan sangat menjaga agar keluarganya tidak diberi makan dari sesuatu yang dianggap syubhat atau meragukan.

"Selama hidupnya beliau sangat menjaga kehalalan rezeki. Beliau tidak pernah ingin memberi makan anak-anaknya dari sesuatu yang syubhat," ungkapnya.

Bagi keluarga besar Ponpes Darul Amin, perjuangan KH Muhammad Abrar Dahlan bukan sekadar sejarah, melainkan warisan berharga yang harus terus dijaga oleh generasi penerus.

Di tengah perkembangan zaman, nilai-nilai keteladanan seperti keikhlasan, kedisiplinan, dan pengabdian yang ditanamkan sosok pendiri Ponpes Darul Amin tersebut dinilai tetap relevan hingga kini.

"Beliau meninggalkan sesuatu yang sangat berharga untuk diteruskan, dipelihara dan dijaga oleh generasi berikutnya. Terlalu mahal rasanya untuk ditinggalkan dan terlalu sayang kenangan ini untuk dilupakan," tutur Ustadz Rayyan.

Haul tersebut nantinya diperkirakan akan dihadiri para ulama, santri, alumni pondok pesantren, serta masyarakat umum yang selama ini mengenal sosok KH Muhammad Abrar Dahlan sebagai salah satu tokoh pendidikan Islam berpengaruh di Sampit.

Melalui haul itu pula, keluarga berharap masyarakat dapat terus mendoakan KH Muhammad Abrar Dahlan agar seluruh amal dan perjuangannya diterima Allah SWT. 

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan haul ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat perjuangan dan nilai-nilai keikhlasan yang selama ini diwariskan kepada para santri maupun masyarakat luas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir bersama-sama mendoakan beliau dan mengambil hikmah dari perjuangan hidup beliau dalam membangun pendidikan Islam di Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)