BORNEONEWS, Sampit – Warga di kawasan Perumahan Jalan Pelita Barat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan membahayakan keselamatan pengguna, terutama saat hujan turun yang menyebabkan genangan air hingga menyembunyikan lubang-lubang tersebut.
Sutomo, seorang warga setempat, menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi jalan tersebut yang kerap menimbulkan kecelakaan.
“Tidak sedikit yang menjadi korban, beberapa hari ini berturut-turut orang terbalik melintas di jalan itu, yaitu pencari rumput ternak yang menggunakan kendaraan dan pedagang pentol keliling,” ungkap Sutomo dengan nada prihatin, Selasa,12 Mei 2026.
Jalan Pelita Barat selama ini dikenal sebagai jalan pintas penting yang menghubungkan Jalan Mohammad Hatta ke Kapten Mulyono. Selain berfungsi sebagai jalur strategis, kawasan ini juga dipenuhi dengan perumahan, sehingga aktivitas lalu lintas cukup ramai dan rentan terhadap risiko kecelakaan jika kondisi jalan tidak segera diperbaiki.
“Kawasan ini cukup ramai orang yang melintas karena letaknya strategis dan dikelilingi banyak perumahan saat ini,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh pada Jalan Pelita Barat agar tidak terjadi jatuhnya korban lagi yang diakibatkan lubang jalan yang tersembunyi saat hujan.
“Kalau tidak diperbaiki cepat, kerawanan kecelakaan akan terus berulang dan membahayakan masyarakat yang menggunakan jalan ini setiap hari,” tegas Sutomo.
Keluhan warga dan terbaliknya pencari rumput itu diabaikan serta diunggah di media sosial. Pada video tersebut terlihat kendaraan pencari rumput dalam posisi terbalik di atas jalan yang digenangi air.
Keluhan warga ini menjadi peringatan serius bagi pihak terkait agar meningkatkan perhatian terhadap infrastruktur jalan sebagai bagian penting menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. (DEVIANA/y)









