PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketahanan pangan dan energi menjadi fokus utama dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Betang Hapakat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Diseminasi bertujuan kearah perkembangan dan tantangan perekonomian global, nasional, maupun daerah sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sunarti disampaikan bahwa kondisi ekonomi global tahun 2026 masih menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi dunia dan fluktuasi pasar keuangan internasional.

Meski demikian, perekonomian Kalimantan Tengah diyakini tetap tumbuh positif melalui dukungan sektor pertanian, industri pengolahan, percepatan hilirisasi, peningkatan investasi, serta penguatan ketahanan pangan dan energi daerah. 

“Digitalisasi dan peningkatan daya saing UMKM juga harus terus diperkuat melalui pelatihan, penyediaan sarana dan prasarana, serta penguatan kerja sama dengan industri domestik,” ujar Sunarti di Palangka Raya, Selasa, 12 Mei 2026.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk melalui penguatan hilirisasi sektor unggulan, peningkatan produksi pangan, dan pengendalian inflasi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Adhi Nugroho mengatakan kegiatan diseminasi menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi dan memberikan rekomendasi kebijakan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyebut ketidakpastian global tahun 2026 masih cukup tinggi akibat konflik geopolitik dan meningkatnya tekanan inflasi dunia, namun Bank Indonesia tetap mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi. (HERMAWAN DP/y)