BORNEONEWS, Palangka Raya - Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura menghadirkan Prof Rahmawaty sebagai narasumber dalam kuliah umum Mata Kuliah Manajemen Hutan. Kehadiran akademisi dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman civitas akademika di bidang kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam.
Dalam materi kuliah umum yang disampaikannya, Prof Rahmawaty menekankan pentingnya analisis spasial dan kolaborasi multipihak dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek lingkungan dan tata kelola sumber daya alam.
Menurut Prof Rahmawaty pada Rabu, 13 Mei 2026 analisis spasial memiliki peran strategis karena mampu menyediakan data yang akurat untuk perencanaan, monitoring, hingga evaluasi pembangunan berkelanjutan. Di sisi lain, kolaborasi antar pihak dinilai menjadi faktor penting guna memastikan implementasi program berjalan secara partisipatif, transparan, dan berkeadilan.
“Analisis spasial menyediakan data yang akurat untuk perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan berkelanjutan, sedangkan kolaborasi memastikan keterlibatan seluruh pihak dalam implementasi program secara partisipatif, transparan, dan berkeadilan,” demikian salah satu poin materi yang dipaparkan dalam kuliah umum tersebut.
Prof Rahmawaty juga menegaskan bahwa integrasi antara analisis spasial dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, tangguh terhadap perubahan iklim, serta berorientasi pada kesejahteraan generasi mendatang.
Kuliah umum tersebut mendapat perhatian dari mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Kehutanan Untan karena dinilai memberikan perspektif baru mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dan penguatan kerja sama dalam pengelolaan hutan dan sumber daya alam secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)









