KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Materi tentang surga dan neraka yang umumnya disampaikan secara konvensional di ruang kelas, kini dikemas lebih menarik melalui pemanfaatan TV interaktif dalam pembelajaran Akidah Akhlak di lingkungan MIN 4 Kapuas.

Inovasi pembelajaran tersebut menghadirkan suasana belajar yang lebih visual dan partisipatif. Guru pengampu, Latifah, memanfaatkan video animasi, gambar ilustrasi, hingga kuis berbasis layar sentuh untuk membantu peserta didik memahami materi keagamaan yang bersifat abstrak sesuai tingkat pemahaman anak usia sekolah dasar.

Pembelajaran dimulai dengan mengenalkan tahapan kehidupan setelah kematian hingga konsep balasan akhir berupa surga dan neraka. Pendekatan digital ini membuat siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan materi melalui media layar.

Selama proses belajar, peserta didik tampak aktif dan antusias. Mereka bergantian maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan, menyusun gambar urutan peristiwa, serta menyebutkan contoh amalan baik yang dapat mendekatkan diri kepada surga.

Latifah mengatakan media interaktif sangat membantu menyederhanakan materi Akidah Akhlak agar lebih mudah dipahami anak-anak.

“Materi tentang surga dan neraka merupakan bagian penting dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Dengan bantuan media visual dan interaktif, peserta didik lebih mudah memahami pesan utama tentang pentingnya beriman, beribadah, dan berakhlak baik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya, Selasa, 12 Mei 2026.

Respons positif juga datang dari peserta didik yang mengaku lebih senang mengikuti pembelajaran dengan metode visual karena materi terasa lebih mudah dipahami dan suasana kelas menjadi menyenangkan.

Kepala MIN 4 Kapuas memberikan apresiasi atas kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Menurutnya, penggunaan media interaktif tidak hanya meningkatkan minat belajar siswa, tetapi juga memperkuat penanaman nilai-nilai keagamaan dan karakter sejak dini. (SABRIANOOR/H)