PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Perikanan Kota Palangka Raya menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya yang baru menjabat.

Pertemuan ini digelar dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan, sekaligus membahas peluang kerja sama penyusunan program pembinaan yang bermanfaat bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pembinaan di lingkungan lembaga tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif, kedua belah pihak saling bertukar pandangan serta berbagi informasi mengenai program unggulan masing-masing.

Diskusi difokuskan pada kemungkinan kolaborasi nyata antara Dinas Perikanan dan LPKA, khususnya dalam upaya memberikan edukasi, wawasan, dan pengetahuan praktis di bidang perikanan kepada anak binaan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi, menyambut baik rencana kerja sama tersebut.

"Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pembinaan karakter sekaligus peningkatan keterampilan anak-anak binaan, agar mereka memiliki bekal ilmu yang berguna dan bisa diterapkan saat kembali ke masyarakat kelak," katanya, Rabu, 13 Mei 2026.

Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II Palangka Raya, Kurniawan Wawondos, mengungkapkan harapannya agar sinergi yang terjalin dapat melahirkan program pembinaan yang positif dan produktif.

Beberapa kegiatan yang diharapkan dapat terlaksana antara lain pelatihan teknik budidaya ikan, pengenalan proses pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai jual, hingga penyampaian edukasi dasar mengenai potensi dan peluang usaha di sektor kelautan dan perikanan.

Kolaborasi ini dirancang tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan teori, tetapi lebih mengutamakan praktik langsung dan pembentukan keahlian.

Dengan keterampilan di bidang perikanan, diharapkan anak-anak binaan memiliki kemampuan nyata yang bisa diandalkan, sehingga lebih siap dan percaya diri saat harus kembali berbaur dan berkarya di tengah lingkungan masyarakat.

Lebih jauh, program ini juga bertujuan membuka peluang bagi mereka untuk menciptakan usaha mandiri di bidang perikanan di masa depan.

"Kehadiran keterampilan ini diharapkan menjadi jalan baru yang positif, membantu mereka membangun kemandirian ekonomi, serta menjauhkan diri dari perbuatan yang melanggar hukum," pungkasnya. (PATHUR/H)