BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak atau BATAMAD Kalimantan Tengah, Lohing Simon, menegaskan BATAMAD memiliki peran strategis dalam menjaga marwah dan kewibawaan lembaga adat Dayak.
Hal itu disampaikan Lohing saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan BATAMAD Kota Palangka Raya di Aula Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, BATAMAD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dewan Adat Dayak atau DAD, Damang, dan Mantir adat. Karena itu, seluruh unsur tersebut harus berjalan dalam satu kesatuan.
“BATAMAD itu DAD, Damang, dan Mantir satu kesatuan. Secara khusus bertugas mengawal dan mengamankan apa yang menjadi keputusan Damang dan Mantir,” ujar Lohing.
Ia menegaskan, setiap keputusan adat yang telah ditetapkan Damang maupun Mantir perlu mendapat dukungan penuh dari BATAMAD, terutama dalam proses pengawalan di lapangan.
Lohing juga mengingatkan agar Damang dan Mantir tidak berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan adat. Menurutnya, kehadiran BATAMAD dibutuhkan sejak awal hingga persoalan tersebut selesai.
“Ada persoalan adat itu jangan sendiri Damang dan Mantir. BATAMAD harus mengawal dari awal sampai akhir,” tegasnya.
Sementara itu, pelantikan BATAMAD Kota Palangka Raya dipimpin Agie, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Kepala BATAMAD Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Ketua Umum DAD Kota Palangka Raya Leonard S. Ampung, sejumlah tokoh adat, serta anggota BATAMAD yang baru dikukuhkan. (MARINI/j)









