BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Mandiri Lestari (SML) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kali ini, perusahaan membina Kelompok Nelayan Seribu Riam di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau melalui Program Pemberdayaan Masyarakat bertajuk "Perikanan Mandiri”.
Program tersebut difokuskan pada pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Manager CSR PT SML, Abdur Rohman, mengatakan bahwa program pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Kami ingin program CSR yang dijalankan tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi mampu menciptakan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan. Karena itu, PT SML hadir tidak hanya memberikan sarana, tetapi juga melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program “Ikan Mandiri” diawali dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat dan kelompok penerima manfaat guna mengidentifikasi potensi serta kebutuhan masyarakat setempat.
Dari hasil diskusi tersebut, budidaya ikan sistem bioflok dinilai memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan di wilayah Tapin Bini.
Sebagai bentuk dukungan nyata, PT SML menyalurkan bantuan berupa empat set kolam bioflok, material semen dan pasir, bantuan upah tenaga tukang, hingga dukungan alat berat excavator untuk pembukaan lahan.
Tidak hanya itu, perusahaan juga menggandeng Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau dalam memberikan pelatihan teknis budidaya ikan kepada kelompok penerima manfaat agar pengelolaan kolam dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Ke depan, program tersebut akan dilanjutkan dengan penebaran benih ikan, pengadaan pakan, pemasangan aerator, hingga pendampingan rutin selama masa pemeliharaan sampai panen.
Perwakilan Kecamatan Lamandau, Hendra Ferry Napitupulu, mengapresiasi langkah PT SML dalam menghadirkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Program ini sangat positif karena tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi. Harapannya, kelompok ini nantinya dapat berkembang dan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat di wilayah Tapin Bini,” katanya.
Hal senada disampaikan Penyuluh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Puji. Menurutnya, sistem budidaya bioflok memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena dinilai lebih efisien dan produktif apabila dikelola dengan baik.
Sementara itu, anggota Kelompok Nelayan Seribu Riam menyambut baik program yang dijalankan PT SML. Mereka berharap kegiatan budidaya ikan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi anggota kelompok maupun masyarakat sekitar.
Sebagai simbol dimulainya program, PT SML menggelar penandatanganan Berita Acara Serah Terima sekaligus penyerahan simbolis empat set kolam ikan sistem bioflok kepada kelompok penerima manfaat di Kelurahan Tapin Bini, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen PT SML, di antaranya Manager CSR Abdur Rohman, Koordinator Umum Kristianto, dan Amin Sutio dari Tim CSR. Turut hadir perwakilan Kecamatan Lamandau Hendra Ferry Napitupulu, perwakilan Kelurahan Tapin Bini Halida, serta Penyuluh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Puji. (WAHYU KRIDA/Y)









