BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya memperkirakan jumlah hewan kurban yang masuk dan diperjualbelikan menjelang Hari Raya Iduladha tahun ini mencapai sekitar 2.000 ekor.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, drh Ganjar Priyatno mengatakan, data sementara yang dihimpun berasal dari laporan para pedagang dan penjual hewan kurban di Kota Palangka Raya.
“Untuk sementara, informasi dari beberapa pedagang atau penjual hewan kurban, jumlah sapi sekitar 1.500 ekor dan kambing sekitar 500 ekor,” kata drh Ganjar di sela pemeriksaan hewan kurban pada Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, jumlah tersebut masih bersifat sementara karena tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan masih melakukan pemeriksaan kesehatan dan pendataan di lapangan.
Ganjar menjelaskan, nantinya seluruh hewan yang diperiksa akan didata kembali untuk memastikan kelayakan sebagai hewan kurban, termasuk mencatat jumlah hewan yang memenuhi syarat maupun yang tidak layak.
“Nanti setelah pemeriksaan selesai baru diketahui jumlah finalnya, berapa yang layak dijadikan hewan kurban dan berapa yang tidak layak,” katanya.
Ia menyebutkan, proses pemeriksaan kesehatan hewan kurban saat ini terus berjalan di sejumlah titik penjualan sapi dan kambing yang ada di Kota Palangka Raya.
Perkiraan data final jumlah hewan kurban tersebut, lanjut Ganjar, kemungkinan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar satu minggu ke depan setelah seluruh tahapan pemeriksaan rampung dilakukan.
“Perkiraan kami mungkin satu minggu ini data finalnya sudah bisa diketahui,” tandasnya.(TESTI PRISCILLA/y)









