SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dalam beberapa hari terakhir menyebabkan longsor di bantaran Sungai Tualan. Akibat kondisi tersebut, sedikitnya enam rumah warga dan badan jalan poros desa kini terancam amblas.

Sekretaris Desa Tumbang Mujam, Dolik mengatakan derasnya arus Sungai Tualan memicu pengikisan tanah di tepi jalan utama desa yang berada di RT 001 RW 001.

"Debit air Sungai Tualan sangat deras akibat hujan beberapa hari terakhir. Saat ini sudah terjadi longsor di pinggir jalan poros desa dan diperkirakan sekitar satu meter lagi longsor akan mengenai badan jalan," ujarnya, Kamis, 13 Mei 2026.

Menurut Dolik, kondisi tersebut tidak hanya membahayakan akses transportasi warga, tetapi juga mengancam rumah-rumah penduduk yang berada di sekitar tebing sungai.

"Kalau longsor terus terjadi, rumah warga yang berada dekat tebing sungai juga terancam amblas," katanya.

Pemerintah desa bersama pihak ketiga sebenarnya telah melakukan upaya penanganan dengan mencoba mengalihkan arus sungai untuk mengurangi abrasi di titik rawan longsor. Namun, langkah tersebut belum dapat berjalan optimal karena keterbatasan anggaran.

"Kami bersama pihak ketiga sudah mencoba mengalihkan arus sungai, tetapi karena keterbatasan dana, penanganannya belum maksimal," tambahnya.

Warga kini khawatir longsor akan semakin meluas apabila hujan deras terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. Apalagi jarak longsoran dengan badan jalan utama disebut tinggal sekitar satu meter.

Pemerintah Desa Tumbang Mujam berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun instansi terkait agar penanganan bisa segera dilakukan sebelum kondisi semakin parah.

"Kami berharap ada penanganan cepat supaya kondisi ini tidak berdampak lebih lanjut terhadap permukiman dan akses jalan warga," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)