NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Forum Business Daerah (FORBISDA) BPD HIPMI Kalimantan Tengah Tahun 2026 digelar di Aula Jaya Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Agustiar Sabran dan menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku usaha, UMKM, akademisi, serta HIPMI se-Kalimantan Tengah untuk membahas arah pengembangan ekonomi daerah.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, hadir sebagai narasumber dan menegaskan bahwa penguatan ekonomi daerah sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha muda.

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan daerah akan lebih kuat jika pemerintah dan pengusaha muda berjalan beriringan.

“Daerah akan tumbuh kuat apabila pemerintah mampu berjalan beriringan dengan para pelaku usaha muda yang memiliki keberanian, inovasi, dan semangat membangun,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026

Bupati Rizky juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi tidak bisa hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi perlu memperkuat UMKM dan menciptakan iklim investasi yang sehat. Pemerintah, menurutnya, harus membuka ruang agar pelaku usaha lokal dapat berkembang dan lebih kompetitif. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan ekonomi. 

“Pembangunan ekonomi harus dibangun melalui sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas masyarakat,” tegasnya.

Bupati Rizky berharap forum tersebut menghasilkan gagasan dan kerja sama nyata yang memperkuat ekosistem ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Kami berharap langkah ini menjadi pondasi agar Kalimantan Tengah makin mandiri, maju, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(NATALIA KRISTIN)