PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim mendorong pemerintah kota agar melaksanakan Gerakan Bersih Lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.

Menurutnya, persoalan sampah dan drainase masih menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama terkait banjir dan kesehatan lingkungan.

“Persoalan sampah dan drainase memang harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” kata Arif di Palangka Raya, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menilai kegiatan kerja bakti yang melibatkan warga bersama aparat kelurahan menjadi salah satu solusi nyata dalam menangani persoalan lingkungan di tingkat permukiman.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga masyarakat setempat.

Menurut Arif, keterlibatan seluruh elemen masyarakat mampu mempercepat penanganan persoalan sampah dan saluran air yang selama ini sering menjadi keluhan warga.

“Kalau dilakukan secara bersama-sama, penanganan sampah dan saluran air tentu bisa lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Ia mengatakan, drainase yang tersumbat akibat sampah masih menjadi salah satu penyebab utama genangan air di sejumlah titik saat curah hujan meningkat.

Karena itu, Arif meminta agar kegiatan gotong royong dan kerja bakti tidak hanya dilakukan sesekali, melainkan dijadikan agenda rutin di setiap lingkungan.

“Gerakan seperti ini harus konsisten dan dijadikan kebiasaan agar hasilnya benar-benar terasa,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga didorong mulai menerapkan pengelolaan sampah dari rumah tangga sebagai langkah awal mengurangi pencemaran lingkungan.

Ia menilai kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama.

“Kesadaran dari rumah tangga sangat penting. Kalau semua disiplin, maka persoalan lingkungan bisa ditekan sejak awal,” ucapnya.

Arif menegaskan, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh masyarakat.

“Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah harus terus diperkuat karena lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.