SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tren foto menggunakan cermin cembung atau convex mirror selfie yang viral di media sosial dimanfaatkan seorang pemuda di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menjadi peluang usaha kreatif.

Pemuda bernama Jakaria itu menawarkan jasa foto menggunakan cermin cembung di sejumlah lokasi keramaian masyarakat.

“Terinspirasi dari media sosial. Saya mencoba hal-hal yang sedang viral dan belum ada di Sampit,” kata Jakaria di Sampit, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia mulai menjalankan usaha tersebut sejak beberapa hari terakhir dengan menyasar titik-titik ramai, seperti kawasan Taman Kota Sampit saat Car Free Day, wisata Terowongan Nur Mentaya pada sore hingga malam hari, serta lokasi kegiatan masyarakat lainnya.

Dalam usahanya, Jakaria mematok tarif Rp5 ribu per sesi. Pengunjung dapat berfoto sepuasnya selama tiga menit menggunakan kamera maupun telepon genggam pribadi.

“Kalau suasana lagi sepi, biasanya pengunjung juga bebas berfoto tanpa dibatasi waktu,” ujarnya.

Konsep foto menggunakan convex mirror menarik perhatian masyarakat, khususnya kalangan muda yang ingin mengikuti tren konten kreatif di media sosial dengan biaya terjangkau.

Efek pantulan dari cermin cembung menghasilkan tampilan foto unik dan estetik sehingga banyak diminati untuk diunggah ke media sosial.

Menurut Jakaria, respons masyarakat terhadap usaha tersebut cukup positif. Antusiasme pengunjung juga meningkat saat akhir pekan maupun malam hari di lokasi yang ramai dikunjungi warga.

“Alhamdulillah cukup ramai yang mencoba jasa foto ini,” katanya.

Ia mengungkapkan usaha tersebut masih dijalankan sebagai pekerjaan sampingan karena dirinya tetap bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Sampit.

Sistem kerja bergilir atau shift membuatnya masih memiliki waktu untuk menjalankan usaha kreatif tersebut di luar jam kerja utama.

Jakaria menyebut modal awal usaha itu relatif kecil, yakni sekitar Rp400 ribu. Modal tersebut digunakan untuk membeli cermin cembung secara daring seharga sekitar Rp200 ribu, sedangkan perlengkapan lain seperti pilox, stiker, dan tiang penyangga dibeli di Sampit.

Fenomena ini menunjukkan tren media sosial juga dapat membuka peluang usaha kreatif bagi generasi muda apabila dimanfaatkan secara positif dan produktif.

ANTARA