JAKARTA –

BORNEONEWS, Beijing - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memaparkan sejarah panjang hubungan antara Amerika Serikat dan China saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden China, Xi Jinping di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis, 15 Mei 2026.

Jamuan kenegaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan resmi Trump ke China setelah kedua pemimpin menjalani sejumlah agenda, mulai dari upacara penyambutan, pertemuan bilateral, hingga kunjungan ke Kuil Langit.

Dalam sambutannya, Trump menyinggung hubungan historis antara masyarakat kedua negara yang telah terjalin sejak masa awal berdirinya Amerika Serikat.

“Hubungan antara rakyat Amerika dan rakyat China telah terjalin sejak masa awal berdirinya AS,” kata Trump.

Ia menyebut Konsul Amerika pertama untuk China, Samuel Shaw, tiba di wilayah China menggunakan kapal dagang Amerika pada 1784. Saat itu, menurut Trump, para pedagang China menyebut orang Amerika sebagai “orang-orang baru”.

Trump menilai hubungan kedua negara berkembang menjadi salah satu relasi paling penting dalam sejarah dunia.

Ia juga menyinggung tokoh pendiri Amerika Serikat, Benjamin Franklin yang pernah menerbitkan ajaran Konfusius di surat kabarnya.

Menurut Trump, hingga kini sosok Konfusius masih diabadikan di bagian depan gedung Mahkamah Agung AS sebagai bentuk penghormatan terhadap filsuf besar asal China tersebut.

Trump turut menyinggung hubungan sejarah lainnya, termasuk hadiah prasasti batu dari pengagum Presiden George Washington asal China yang kini menjadi bagian dari Monumen Washington.

Selain itu, ia menyoroti kontribusi pekerja China dalam pembangunan jalur kereta api lintas Amerika serta kerja sama pendidikan antara kedua negara.

Trump menyebut Presiden AS Theodore Roosevelt pernah menyediakan dana untuk mendirikan Universitas Tsinghua, yang menjadi almamater Xi Jinping.

Dalam pidatonya, Trump juga mengenang hubungan AS dan China sebagai sekutu pada masa Perang Dunia II.

Ia mengatakan Presiden Franklin D. Roosevelt pernah memuji keberanian rakyat China saat menghadapi perang.

Trump menilai hubungan perdagangan dan rasa saling menghormati selama lebih dari dua abad menjadi fondasi penting bagi masa depan kedua negara.

“Rakyat Amerika dan rakyat China memiliki banyak kesamaan. Kita menghargai kerja keras, keberanian, keluarga, dan negara kita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar kedua negara dapat terus menciptakan masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Trump secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Xi Jinping atas sambutan yang disebutnya sangat megah dan bersejarah.

Trump kemudian mengundang Xi Jinping bersama istrinya, Peng Liyuan, untuk berkunjung ke Gedung Putih pada 24 September mendatang.

ANTARA