PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah penting untuk memotret kondisi perekonomian daerah secara akurat di tengah perkembangan ekonomi global yang terus berubah.

Menurutnya, transformasi ekonomi dunia yang berlangsung cepat telah memunculkan berbagai jenis usaha baru sehingga dibutuhkan data ekonomi yang mutakhir dan terpercaya.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan mandat negara yang sangat penting untuk memotret seluruh aktivitas perekonomian di Indonesia, termasuk di Kotawaringin Barat,” kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia mengatakan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi ekonomi besar yang didukung sumber daya alam, pertumbuhan UMKM, usaha skala besar, hingga sektor jasa yang terus berkembang.

Namun, menurut dia, potensi tersebut tidak dapat dikelola secara optimal tanpa dukungan data yang valid.

“Kami berharap data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi 2026 bisa menjadi gambaran nyata struktur ekonomi daerah,” ujarnya.

Nurhidayah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung pelaksanaan sensus ekonomi agar menghasilkan data berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menyukseskan sensus ekonomi ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotawaringin Barat, Tony Suprianto menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.

Sebanyak 241 petugas telah disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut, terdiri dari 212 petugas pendataan lapangan dan 29 pengawas lapangan.

“Petugas akan mulai bekerja dari 15 Juni sampai 31 Agustus 2026,” ujar Tony.

Ia menambahkan, sensus ekonomi menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk mengetahui perkembangan usaha dan kondisi ekonomi masyarakat di suatu daerah.

Data yang diperoleh nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, pemetaan sektor usaha potensial, hingga tingkat penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, hasil sensus juga diharapkan membantu pemerintah menyalurkan program bantuan dan dukungan usaha secara lebih tepat sasaran.

Tony menyebut, data sensus ekonomi juga penting untuk melihat perkembangan ekonomi digital dan perubahan pola usaha masyarakat.

“Dengan data yang kuat, kebijakan ekonomi dapat disusun lebih efektif dan tepat sasaran,” tuturnya.