BORNEONEWS, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan penyebab longsor di bantaran Sungai Tualan yang mengancam enam rumah warga serta badan jalan poros di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan longsor dipicu hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu menyebabkan debit air Sungai Tualan meningkat drastis dan arus sungai menjadi sangat deras.
"Hujan lebat dengan intensitas tinggi telah terjadi sejak beberapa hari terakhir di wilayah Desa Tumbang Mujam sehingga membuat debit air Sungai Tualan menjadi sangat deras dan menyebabkan tanah longsor atau amblas di pinggir jalan poros Desa Tumbang Mujam RT 001 RW 001," kata Multazam, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kondisi longsor saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena jarak titik longsor dengan badan jalan diperkirakan tinggal sekitar satu meter lagi.
"Diperkirakan kurang lebih satu meter lagi mengenai badan jalan," ujarnya.
Selain mengancam akses jalan utama desa, sedikitnya enam rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga terancam amblas apabila longsor terus terjadi.
"Selain badan jalan, di lokasi tersebut ada sedikitnya enam rumah warga yang terancam amblas apabila longsor terjadi terus menerus," imbuhnya.
BPBD Kotim saat ini terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jika terjadi peningkatan longsor maupun ancaman terhadap permukiman warga, maka langkah evakuasi akan segera dilakukan.
"Kalau terjadi peningkatan akan dilakukan evaluasi. Evakuasi dilakukan di rumah tetangga yang aman," tegas Multazam.
Ia menerangkan, Sungai Tualan merupakan anak Sungai Mentaya yang berhulu di wilayah Kecamatan Tualan Hulu dan mengalir menuju selatan sebelum bermuara ke Sungai Mentaya di sekitar Kecamatan Mentaya Hulu.
Menurutnya, posisi Sungai Tualan yang terhubung langsung dengan Sungai Mentaya membuat kenaikan debit air di Sungai Mentaya ikut mempengaruhi kondisi Sungai Tualan, terutama saat musim hujan.
Fenomena backwater atau tertahannya aliran air juga kerap terjadi ketika Sungai Mentaya mengalami pasang tinggi maupun banjir. Kondisi itu menyebabkan air Sungai Tualan meluap hingga ke desa-desa di bantaran sungai.
BPBD Kotim mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Tualan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras terjadi. (DEWI PATMALASARI/j)









