SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus berkomitmen meningkatkan standar kesehatan masyarakat melalui pengawasan distribusi pangan dengan berkolaborasi bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, menegaskan langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap dinamisnya peredaran produk pangan di pasar tradisional maupun ritel modern.

Menurut Samsul, kualitas kesehatan publik sangat bergantung pada apa yang dikonsumsi sehari-hari, sehingga pengawasan ketat terhadap zat berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

"Program Kota Pangan Aman ini melibatkan serangkaian uji laboratorium berkala dan edukasi langsung kepada para pedagang," kata Samsul, Jumat, 15 Mei 2026.

Dengan adanya pendampingan dari BBPOM, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Palangka Raya diharapkan memiliki kesadaran lebih tinggi untuk memproduksi pangan yang memenuhi syarat higiene dan sanitasi yang berlaku.

Selain pengawasan di lapangan, pemerintah kota juga mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia bagi para petugas pengawas internal.

Samsul menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar setiap rantai pasok pangan, mulai dari produsen hingga ke tangan konsumen, tetap terjaga integritas dan keamanannya dari kontaminasi kimia maupun biologi.

"Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan pangan yang sehat," pungkasnya. (HENDRI/j)