PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya gencar mendorong para pelaku usaha lokal agar mampu menciptakan nilai tambah (value added) pada setiap produk yang mereka hasilkan.

"Persaingan pasar yang semakin ketat menuntut para pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan kualitas bahan baku semata," kata Plt Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menyatakan bahwa di era pasar bebas, produk lokal harus memiliki keunggulan kompetitif yang membedakannya dari produk pesaing.

Nilai tambah ini menjadi kunci agar produk UMKM tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu memimpin di ceruk pasar yang mereka sasar.

Salah satu upaya nyata dalam menghadirkan nilai tambah tersebut adalah melalui penguasaan strategi branding dan estetika kemasan.

Samsul menekankan bahwa persepsi konsumen terhadap sebuah barang sangat dipengaruhi oleh bagaimana produk tersebut dikomunikasikan melalui identitas visual dan informasi yang tertera pada label produk.

"Kami ingin para pelaku IKM dan UMKM mampu menghadirkan produk yang tidak hanya berkualitas secara fungsi atau rasa, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui kemasan yang menarik dan kreatif. Hal ini penting untuk menarik minat konsumen di pasar yang semakin kompetitif," ungkapnya.

Lebih lanjut, program pendampingan yang diberikan oleh pemerintah kota bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam membangun identitas produk yang kuat.

Dengan identitas yang jelas, produk asli daerah diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dan tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pasar ritel modern. (HENDRI/j)