BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kenaikan harga solar disebut mulai berdampak terhadap penjualan kendaraan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Salah seorang pelaku industri otomotif di Pangkalan Bun mengaku penjualan unit mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Account Executive salah satu dealer otomotif di Pangkalan Bun, Arif mengatakan kondisi tersebut terjadi setelah subsidi solar dicabut sehingga membuat calon konsumen memilih menunda pembelian kendaraan.
“Biasanya rata-rata penjualan bisa mencapai puluhan unit per bulan. Tetapi setelah subsidi solar dicabut, banyak customer memilih wait and see,” jelas Arif di Pangkalan Bun, Jumat, 15 Mei 2026.
Arif mengatakan saat ini penjualan kendaraan hanya berkisar satu hingga tiga unit per bulan. Itupun menurutnya merupakan konsumen yang sebelumnya sudah melakukan pemesanan sebelum terjadi kenaikan harga solar.
“Sekarang rata-rata hanya satu sampai tiga unit per bulan, itu pun unit yang memang sudah terlanjur pesan sebelumnya,” jelas Arif.
Menurut Arif, sebagian besar calon pembeli masih menunggu kepastian terkait kemungkinan adanya penurunan harga solar sebelum memutuskan membeli kendaraan baru.
“Yang belum pesan masih menunggu. Mereka ingin melihat apakah nanti ada kemungkinan harga solar turun lagi atau tidak,” jelas Arif.
Arif menilai kondisi tersebut cukup memengaruhi pasar otomotif di daerah, khususnya untuk kendaraan yang operasionalnya sangat bergantung pada bahan bakar solar. (WAHYU KRIDA/y)









