BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya menyebut kebutuhan hewan kurban untuk Iduladha 1447 Hijriah di Kota Palangka Raya diperkirakan mencapai sekitar 1.500 ekor sapi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pasokan ternak tidak hanya mengandalkan peternak lokal, tetapi juga didatangkan dari luar daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, mengatakan kemampuan peternak lokal masih terbatas. Sehingga, diperlukan tambahan pasokan dari sejumlah daerah sentra peternakan di Indonesia.
“Karena kebutuhan sampai sekitar 1.500 ekor sapi, tentu tidak seluruhnya bisa dipenuhi peternak lokal sehingga perlu pasokan tambahan,” kata Sugiyanto, Jumat 15 Mei 2026.
Ia menjelaskan sebagian besar hewan kurban didatangkan dari Kupang, kemudian dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Daerah tersebut selama ini menjadi pemasok utama sapi kurban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah.
Selain memastikan ketersediaan stok, pihaknya juga melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan yang masuk ke Kota Palangka Raya. Pemeriksaan kesehatan dilakukan guna memastikan hewan kurban bebas penyakit dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.
"Kami berharap distribusi hewan kurban berjalan lancar hingga menjelang Iduladha nanti. Dengan adanya tambahan pasokan dari luar daerah, kebutuhan masyarakat di Kota Palangka Raya diharapkan dapat terpenuhi secara optimal," pungkasnya. (MARINI/y)



