BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyebabkan Sungai Arut meluap dan merendam sedikitnya lima RT di Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Jumat, 15 Mei 2026.
Lima RT yang terdampak banjir tersebut yakni RT 01, RT 02, RT 03, RT 04 dan RT 05. Meski demikian, hingga saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing dan belum ada yang mengungsi.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Reneli, melalui Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana mengatakan, kondisi banjir di Kelurahan Pangkut telah terjadi hampir selama sepekan.
Menurutnya, BPBD Kobar menerima laporan dari warga terkait naiknya debit air Sungai Arut pada 11 Mei 2026 yang mengakibatkan sejumlah wilayah di Kelurahan Pangkut mulai tergenang.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung menerjunkan Tim TRC untuk melaksanakan ground check dan olah data kejadian banjir di Kelurahan Pangkut serta memantau dua desa di Kecamatan Arut Utara, yakni Desa Riam dan Panahan. Setelah mempersiapkan peralatan, tim langsung meluncur ke lokasi,” kata Andan Santana.
Ia menjelaskan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar juga melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan dan desa setempat untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
Selain itu, BPBD turut meninjau langsung lokasi terdampak guna memastikan kondisi warga. Apabila situasi memburuk dan warga tidak memungkinkan lagi bertahan di rumah, BPBD akan menyiapkan lokasi pengungsian.
Berdasarkan hasil ground check di lapangan, di RT 01 Kelurahan Pangkut, jalan penghubung lingkungan sepanjang sekitar 80 meter tergenang banjir dengan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 30 sentimeter.
Tidak hanya itu, sebanyak 16 rumah warga di RT tersebut juga ikut terendam dengan ketinggian debit air mencapai 30 hingga 80 sentimeter. Bahkan, jembatan penghubung di wilayah itu turut tergenang.
Sementara di RT 02, halaman dua rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 5 hingga 20 sentimeter.
Kemudian di RT 03, sedikitnya 10 rumah warga terdampak genangan air dengan ketinggian debit air berkisar 5 hingga 30 sentimeter.
Andan menambahkan, hingga saat ini curah hujan masih terus terjadi di sejumlah wilayah Kotawaringin Barat, termasuk Kecamatan Arut Utara. Karena itu BPBD terus melakukan pemantauan di sejumlah daerah rawan banjir.
Selain wilayah bantaran sungai, pihaknya juga mengingatkan masyarakat di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Kami tetap memantau wilayah rawan banjir, termasuk wilayah pesisir pantai. Curah hujan tinggi disertai angin kencang berpotensi menimbulkan gelombang yang dapat menggerus wilayah pantai di Kecamatan Kumai. Warga diimbau tetap waspada dan memperhatikan perubahan cuaca,” pungkasnya. (DANANG/y)









