BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kebakaran besar melanda kawasan Jalan Nyai Balau, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jumat, 15 Mei 2026 dini hari. Sedikitnya 10 unit rumah toko (ruko) dan satu rumah warga hangus terbakar dalam musibah tersebut.
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB itu juga menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Plh Kapolsek Tewah Ipda Muchlis Aryanto mengatakan, api berhasil dipadamkan berkat kesigapan personel Polsek Tewah bersama tim gabungan dari Damkar, BPBD, dan masyarakat setempat.
“Kami hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk pelayanan prima. Fokus utama kami saat kejadian adalah memastikan keselamatan seluruh warga. Kami bersyukur, berkat sinergi TNI-Polri, Damkar, BPBD, dan masyarakat yang luar biasa, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Ipda Muchlis, Sabtu, 16 Mei 2026.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada jalur arus listrik di kawasan Pasar Tewah. Ketua RT 009, Yudi Evin P Umbing, mengungkapkan warga sempat mendengar suara ledakan dari arah tiang listrik di depan ruko sebelum api membesar.
“Warga mendengar suara ledakan dari tiang listrik, lalu muncul asap tebal dan api cepat merambat ke bangunan yang sebagian besar berbahan kayu,” ungkapnya.
Mendapat laporan dari warga, aparat Polsek Tewah langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus membantu proses pemadaman. Sejumlah armada dikerahkan, terdiri dari satu unit mobil BPBD Kuala Kurun, satu unit mobil identifikasi Polres Gunung Mas, dan dua unit mobil pemadam kebakaran Kelurahan Tewah.
Petugas menghadapi tantangan karena bangunan yang terbakar didominasi material kayu sehingga api cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
“Struktur bangunan yang didominasi material kayu memang menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan, namun semangat kerja sama membuat api berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 04.12 WIB,” jelas Ipda Muchlis.
Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi, serta menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.
Ipda Muchlis turut mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha untuk mencegah terjadinya arus pendek yang berpotensi memicu kebakaran.
“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk rutin mengecek kabel listrik guna mencegah arus pendek. Kami akan terus mendampingi warga dalam masa pemulihan pasca-kebakaran ini,” pungkasnya. (RISKA YUYANA/j)









