JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow - Kapal induk milik Prancis, Charles de Gaulle, dilaporkan bergerak menuju Laut Arab dan mendekati kawasan strategis Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Prancis, Alice Rufo, Jumat, 15 Mei 2026, mengatakan kapal induk tersebut telah melewati Terusan Suez dan kini berada di wilayah Laut Arab.

“Telah melewati Terusan Suez, menuju Laut Arab, dan berada di wilayah tersebut,” ujar Rufo dalam wawancara dengan televisi BFMTV.

Menurut dia, kehadiran kapal induk itu bertujuan mendukung pemantauan situasi keamanan sekaligus memperkuat pengaruh diplomasi regional maupun global Prancis. Namun, ia menegaskan Charles de Gaulle tidak hanya beroperasi di sekitar Selat Hormuz.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Prancis menyebut pengerahan kapal induk tersebut merupakan bagian dari misi bersama Prancis dan Inggris untuk menjaga keamanan maritim di Laut Merah, Teluk Aden, hingga kawasan Selat Hormuz.

Langkah itu mendapat perhatian Iran. Pada 10 Mei lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan keberadaan kapal perang Prancis dan Inggris di Selat Hormuz akan direspons secara tegas oleh angkatan bersenjata Iran.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap wilayah Iran pada 28 Februari lalu.

Meski Amerika Serikat dan Iran sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, situasi belum sepenuhnya mereda. AS disebut masih memblokade akses maritim menuju pelabuhan Iran, sementara Teheran menerapkan aturan transit khusus bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA