BORNEONEWS, Sampit - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai melakukan penjaringan calon peserta didik untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinsos Kotim, Hawianan, mengatakan kuota penerimaan siswa tahun ini mencapai 270 orang yang terbagi untuk jenjang SD, SMP dan SMA.
“Target rekrutmen siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 terdiri dari SD 90 siswa, SMP 90 siswa dan SMA 90 siswa, total 270 siswa,” kata Hawianan di Sampit, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kuota penerimaan tersebut mengacu pada Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Nomor 1745/1/DL.00.02/05/2026 terkait target rekrutmen siswa Sekolah Rakyat di Kotim.
Penjaringan peserta didik diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin kategori desil satu dan desil dua agar memperoleh akses pendidikan gratis berbasis asrama.
Berbeda dengan sekolah umum, proses seleksi Sekolah Rakyat dilakukan melalui sistem penjangkauan langsung oleh tim Program Keluarga Harapan (PKH) dengan mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Tim PKH turun langsung ke lapangan dengan berbekal data DTSEN untuk mendata calon siswa yang memenuhi kriteria,” jelasnya.
Saat ini, para pendamping sosial PKH masih melakukan pendataan dan verifikasi calon siswa agar program tersebut tepat sasaran dan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan.
Hawianan juga mengajak masyarakat melaporkan anak dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan agar dapat diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kalau memenuhi persyaratan maka anak tersebut bisa masuk ke Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Selain menerapkan pendidikan gratis, Sekolah Rakyat juga menggunakan sistem asrama. Seluruh siswa diwajibkan tinggal di asrama dan mengikuti pembinaan serta aturan pendidikan yang telah ditetapkan sekolah.









