BORNEONEWS, Sampit - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengintensifkan pengawasan di sejumlah tempat hiburan malam (THM) sebagai langkah pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Kepala BNNK Kotim, Muhammad Fadli, mengatakan pengawasan dilakukan melalui razia hingga tes urine terhadap pengunjung maupun pekerja THM.
“Beberapa THM sudah kami datangi, dimulai dari kegiatan razia skala kecil, kemudian pada kesempatan selanjutnya kami lakukan tes urine,” kata Fadli di Sampit, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pada tahap awal BNNK Kotim lebih dahulu melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan terkait bahaya penyalahgunaan narkotika kepada pengunjung serta pengelola tempat hiburan.
Meski hingga kini belum ada laporan terkait aktivitas peredaran maupun penggunaan narkoba di THM, pengawasan tetap diperketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan sejak dini.
Menurut Fadli, langkah preventif menjadi fokus utama BNNK dalam menciptakan lingkungan hiburan malam yang aman dan bebas dari narkotika.
“Walaupun belum ada laporan, itu tetap menjadi tugas kami. Kami sudah bergerak dengan memberikan imbauan agar tidak ada peredaran maupun penggunaan narkoba di THM,” ujarnya.
Pelaksanaan tes urine nantinya dilakukan saat tempat hiburan dipadati pengunjung agar pengawasan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak orang.
Dalam kegiatan tersebut, BNNK juga akan berkoordinasi dengan Polres Kotawaringin Timur untuk membantu pengamanan selama pemeriksaan berlangsung.
“Kami tentukan waktu saat pengunjung ramai. Kami juga berkoordinasi dengan Polres untuk bantuan pengamanan karena tak jarang dalam kegiatan seperti ini akan ada penolakan,” jelasnya.
Fadli menambahkan, apabila ditemukan pengguna narkoba melalui tes urine, maka penanganan awal dilakukan melalui program rehabilitasi. Sedangkan jika terdapat indikasi peredaran narkotika, penanganan akan dilimpahkan kepada pihak kepolisian.
Ia menegaskan, identitas pengguna maupun hasil pemeriksaan tidak akan dipublikasikan demi menjaga privasi. Fokus utama BNNK saat ini lebih mengedepankan upaya pencegahan, pembinaan, dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba.









