SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai mengoptimalkan sistem pengadaan barang dan jasa secara daring melalui platform digital Mbizmarket guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kotim, Rifarna Montazriani, mengatakan sistem tersebut mulai berjalan pada 2026, terutama untuk kebutuhan alat tulis kantor (ATK) dan makan minum di lingkungan pemerintah daerah.

“Sekarang ini mulai jalan, khususnya untuk ATK dan makan minum. Mulai ada hasil. Jadi setiap transaksi, daerah akan dapat pembagian keuntungan,” kata Rifarna di Sampit, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penggunaan platform digital itu merupakan bagian dari kerja sama pemerintah daerah dalam mendukung digitalisasi pengadaan barang dan jasa melalui marketplace daring.

Menurut Rifarna, Mbizmarket memiliki konsep serupa dengan platform belanja online pada umumnya. Namun, kerja sama tersebut dinilai memberi manfaat tambahan karena setiap transaksi akan memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah.

Dari setiap transaksi yang dilakukan, pemerintah daerah akan memperoleh pembagian keuntungan sebesar 2,25 persen yang dibagi untuk platform dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Habaring Hurung.

Kerja sama tersebut mulai berlaku sejak 1 Januari 2026. Pemerintah daerah juga terus memperluas sosialisasi hingga ke desa-desa di 17 kecamatan di Kotim.

Selain itu, Pemkab Kotim mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk bergabung sebagai penyedia barang dan jasa melalui platform tersebut.

Dengan keterlibatan UMKM lokal, pemerintah berharap transaksi digital tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Untuk itulah kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan memberikan bimbingan kepada OPD dan pelaku UMKM selaku penyedia lokal. Harapannya, ini menjadi salah satu langkah yang bisa turut menggerakkan perekonomian masyarakat kita,” ujarnya.