PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Studi S2 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan atau PSL Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan fieldtrip ke PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM. Kegiatan tersebut diikuti 25 mahasiswa dan dua dosen pendamping sebagai bagian dari pembelajaran lapangan mata kuliah Analisis Dampak Lingkungan atau AMDAL, Perencanaan Administrasi Lingkungan, serta Kualitas dan Pengelolaan Lingkungan.

Ketua Prodi S2 PSL SPS USU, Prof Rahmawaty mengatakan, kegiatan lapangan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai penerapan pengelolaan lingkungan di sektor industri peleburan aluminium.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga melihat secara nyata implementasi AMDAL, pengendalian pencemaran, hingga konsep pembangunan berkelanjutan yang diterapkan perusahaan.

“Melalui fieldtrip ini mahasiswa memperoleh wawasan dan pengalaman langsung mengenai penerapan AMDAL, teknologi produksi bersih, pengendalian pencemaran, serta pengelolaan lingkungan pada industri peleburan aluminium,” ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Selama kunjungan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil perusahaan dan proses produksi aluminium primer di PT INALUM. Perusahaan tersebut merupakan satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia yang beroperasi sejak 1982 dengan produk utama berupa aluminium ingot, billet, dan alloy.

Mahasiswa juga diajak meninjau sejumlah fasilitas perusahaan, mulai dari area pabrik reduksi, fasilitas pengendalian emisi, hingga instalasi pengolahan limbah. PT INALUM turut memaparkan berbagai inovasi ramah lingkungan, termasuk penggunaan material grafit tanpa shunt resistor pada proses elektrikal baking di tungku reduksi untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Selain itu, perusahaan menerapkan berbagai fasilitas pengendalian emisi seperti dry scrubber, wet scrubber, bag house filter, dan gas collecting system guna mengurangi pencemaran udara dari proses produksi. Dalam pengelolaan limbah B3, perusahaan juga menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle, co-processing, dan waste to energy.

Prof Rahmawaty berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan konsep pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara nyata di dunia industri, sekaligus menjadi bekal menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/J)