BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut saat ini sudah ada dua bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang rampung 100 persen.
"Di Kabupaten Kotim saat ini ada 2 KDKMP yang sudah selesai 100 persen yaitu di Desa Eka Buhurui dan satu lagi di Baamang Barat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim Muslih, Sabtu, 16 Mei 2026.
Pernyataan itu disampaikan Muslih usai mewakili Bupati Kotim Halikinnor dalam peresmian 1.061 KDKMP secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Lanjutnya, pembangunan KDKMP di Kotim terus berjalan dan saat ini sudah ada 12 koperasi yang masuk tahap pembangunan. Sejumlah desa juga mulai mempersiapkan percepatan pembangunan sesuai target pemerintah pusat.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan terkait percepatan pembangunan KDKMP di wilayah Kotim.
"Untuk pemerintah daerah akan selalu mendukung proses pembangunan ini percepatannya. Karena untuk tahap pertama di Kotim kita sudah melampaui target dan tinggal di tahap kedua. Nanti sampai di bulan Agustus mudah-mudahan target pembangunan di Kotim bisa tercapai," ujarnya.
Muslih menjelaskan, dari total 168 desa dan 17 kelurahan di Kotim, tantangan utama saat ini adalah penyiapan lahan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.
Karena itu, pihaknya bersama Kodim 1015/Sampit akan mendorong percepatan penyediaan lahan agar pembangunan KDKMP di wilayah kelurahan dapat segera dilaksanakan.
Sementara untuk dua KDKMP yang sudah selesai dibangun, operasionalnya masih menunggu pengadaan perlengkapan dan distribusi barang dari pemerintah pusat.
"Untuk operasional KDKMP yang sudah berdiri di Desa Eka Bahurui dan Kelurahan Baamang Barat itu kita menunggu suplai bahan dari pusat karena pengadaannya semuanya dari pusat," jelas Muslih.
Ia menyebut, nantinya KDKMP akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti barang kebutuhan pokok, kendaraan operasional hingga sarana distribusi lainnya.
"Seperti yang kita saksikan tadi di situ ada kelengkapan barang-barang di dalam kemudian ada bahan-bahan yang dijual, termasuk juga ada satu unit truk, satu unit pickup dan juga ada tosa dan sebagainya," lanjutnya.
Muslih berharap keberadaan Koperasi Merah Putih mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat desa sesuai tujuan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, koperasi tersebut nantinya akan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat sehingga harga barang lebih terkendali.
"KDKMP ini adalah sebagai agen nanti dari segala keperluan masyarakat. Tadi dicontohkan itu LPG jadi harganya adalah harga distributor di KDKMP. Nanti harapannya masyarakat sekitar menjadi pedagang pengecernya sehingga harga bisa dikontrol," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









