BORNEONEWS, Muara Teweh - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) 2026 guna meningkatkan kemampuan dan profesionalisme petugas penyembelih hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Ketua MUI Barito Utara KH Rusmadi Darsani mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta terkait tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat Islam, sekaligus memastikan prosesnya berlangsung higienis dan memperhatikan kesejahteraan hewan.
“Penyembelihan hewan kurban bukan hanya sekadar memotong hewan, tetapi bagian dari ibadah yang harus memenuhi ketentuan syariat Islam,” kata Rusmadi di Muara Teweh, Minggu, 17 Mei 2026.
Dalam kegiatan bertema Manajemen Kurban pada Pelaksanaan Idul Adha itu, peserta diberikan pemahaman mengenai teknik penyembelihan yang benar, mulai dari penggunaan alat tajam hingga tata cara penyembelihan secara ihsan dengan menyebut nama Allah SWT.
Rusmadi menjelaskan, kehalalan daging kurban tidak hanya dilihat dari jenis hewan yang disembelih, tetapi juga dari proses penyembelihannya. Karena itu, juru sembelih harus memahami rukun dan syarat penyembelihan halal.
“Penyembelihan harus memotong saluran napas, saluran makan, dan dua urat nadi menggunakan pisau yang tajam agar sesuai syariat,” ujarnya.
Selain aspek halal, MUI juga menekankan pentingnya prinsip thayyiban atau higienitas selama proses penyembelihan. Hewan kurban harus dipastikan dalam kondisi sehat, tidak mengalami stres, serta ditangani sesuai prinsip ASUH yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Barito Utara Eveready Noor mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap produk halal terus meningkat sehingga keberadaan juru sembelih halal yang kompeten menjadi sangat penting.
“Juru sembelih halal tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman agama dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal, sekaligus mendukung standardisasi dan sertifikasi juru sembelih halal di daerah.
Menurutnya, tugas sebagai juru sembelih merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan niat ibadah demi menghasilkan produk halal yang aman dan terpercaya.









