BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menyiapkan 30 pos lapangan (poslap) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran saat musim kemarau.
Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet mengatakan, puluhan poslap tersebut tersebar di seluruh kelurahan di wilayah Kota Palangka Raya.
“Kami sudah menyiapkan sekitar 30 poslap yang ditempatkan di 30 kelurahan di Kota Palangka Raya,” kata Balap Sipet, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, poslap karhutla memiliki fungsi penting sebagai pusat kendali operasional dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di tingkat lapangan.
Menurutnya, keberadaan poslap menjadi ujung tombak koordinasi karena mampu mempercepat respons saat ditemukan titik api maupun potensi kebakaran.
“Dengan adanya poslap, seluruh unsur terkait seperti pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD hingga masyarakat peduli api bisa bekerja lebih terpadu,” ujarnya.
Balap menuturkan, fungsi poslap tidak hanya memantau kejadian kebakaran, tetapi juga melakukan deteksi dini, pengumpulan data, pemetaan wilayah rawan, hingga penyebaran informasi kepada masyarakat.
Selain itu, poslap juga menjadi pusat komunikasi antarinstansi agar proses penanganan kebakaran berjalan lebih efektif dan terarah.
“Poslap juga berfungsi untuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar,” katanya.
BPBD bersama tim gabungan nantinya juga akan melakukan patroli rutin ke sejumlah wilayah rawan karhutla, memantau hotspot, serta memastikan kesiapan sarana pemadaman seperti mesin pompa, selang, embung air, dan kendaraan operasional.
Selain pembentukan poslap, BPBD Kota Palangka Raya juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla menjelang musim kemarau panjang.
Balap menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya untuk pembangunan embung di kawasan rawan kebakaran.
“Embung nantinya dimanfaatkan sebagai sumber air saat proses pemadaman kebakaran berlangsung,” ucapnya.
BPBD berharap masyarakat turut berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.









