KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Tim SAR gabungan menemukan seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Desa Pemangkih, Kecamatan Labuhan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 17 Mei 2026. Korban ditemukan setelah dua hari pencarian intensif di lokasi kejadian.

Korban berinisial MR, 62 tahun, warga Desa Pemangkih. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, sekitar pukul 20.55 WITA dari Kepala Desa Pemangkih, Budi.

Setelah menerima laporan, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan personel dari Pos SAR Tabalong menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur gabungan. Tim terdiri atas personel SAR, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, dan warga setempat.

Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan sejumlah peralatan, seperti perahu karet, perangkat komunikasi, alat water rescue, serta Aqua Eye untuk membantu pemantauan di bawah permukaan air.

Koordinator Misi SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan proses pencarian sempat terkendala kondisi air sungai yang keruh. Situasi itu membuat jarak pandang di bawah permukaan sangat terbatas bagi tim pencari.

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian secara maksimal dengan berbagai metode dan peralatan yang tersedia. Kendala utama di lapangan adalah visibilitas air sungai yang sangat terbatas ditambah kondisi cuaca hujan ringan,” kata I Putu.

Korban akhirnya ditemukan pada pukul 09.40 WITA, sekitar 1,2 kilometer dari titik awal kejadian. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Usai proses evakuasi, tim SAR gabungan menggelar debriefing penutupan operasi pada pukul 10.10 WITA. Operasi pencarian dinyatakan selesai, sementara seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (SABRIANOOR)