BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Polemik paket pengadaan bertajuk Wallpaper Rujab Ketua DPRD Kabupaten Kapuas senilai Rp1,5 miliar kembali menuai tanggapan. Kali ini, kritik datang dari Ketua Lembaga Bantuan Kesehatan Negara Semesta (LBKNS) Kalimantan Tengah, Gatner Eka Tarung.
Gatner menilai anggaran yang telah masuk dalam perencanaan resmi seharusnya menjadi perhatian aparat penegak hukum. Keberadaan anggaran tersebut menunjukkan proses perencanaan telah berjalan dan patut dikaji lebih jauh.
“Anggaran perencanaan sudah pasti berjalan. Arah korupsi memperkaya orang lain sudah pasti masuk unsur tipikor,” ujar Gatner kepada Borneonews, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menanggapi paket pengadaan yang sebelumnya tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu Rp1.500.295.000 dan nomenklatur yang hanya menyebut pemasangan wallpaper rumah jabatan Ketua DPRD Kapuas.
Menurut Gatner, munculnya rencana revisi anggaran setelah polemik berkembang di ruang publik menimbulkan pertanyaan. Ia menyoroti waktu pengumuman paket yang disebut sudah muncul sejak Februari lalu.
“Anggaran tersebut muncul pada Februari lalu. Kalau memang beritikad baik, mengapa setelah viral baru akan direvisi,” katanya.
Ia berharap aparat penegak hukum, baik kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi, dapat mencermati persoalan tersebut dan tidak mengabaikan temuan yang telah menjadi perhatian publik.
Sebelumnya, Sekretariat DPRD Kabupaten Kapuas melalui Kasubbag Tata Usaha dan Kepegawaian Achmad Norhan menjelaskan paket tersebut tidak hanya mencakup wallpaper, melainkan juga pekerjaan interior lain seperti pemasangan High Pressure Laminate (HPL), rak televisi, dan pekerjaan custom interior lainnya.
Pihak sekretariat juga menyatakan kegiatan itu belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan direncanakan direvisi melalui APBD Perubahan karena judul kegiatan dinilai belum menggambarkan keseluruhan ruang lingkup pekerjaan.
Hingga kini rincian teknis pembagian anggaran dari total pagu Rp1,5 miliar masih belum dipublikasikan secara terperinci. (SABRIANOOR)



