BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Agustiar Sabran mengungkapkan kondisi anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mengalami penurunan cukup signifikan di tengah kebijakan efisiensi pemerintah dan situasi global saat ini.
Hal tersebut disampaikan Agustiar Sabran di hadapan masyarakat saat membuka Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu, 17 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Agustiar menyebut dirinya bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo telah memimpin Kalimantan Tengah selama kurang lebih satu tahun tiga bulan. Namun di tengah masa kepemimpinan tersebut, kondisi fiskal daerah mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran pemerintah.
“Kurang lebih satu tahun tiga bulan kami menjabat bersama Wakil Gubernur Bapak H. Edy Pratowo, sedianya APBD kita pada Tahun 2024 sebesar Rp10,2 triliun. Namun karena kondisi global dan efisiensi pemerintah saat ini, APBD Kalimantan Tengah Tahun 2026 hanya Rp5,4 triliun,” ujarnya, Minggu 17 Mei 2026.
Setelah dikurangi kebutuhan gaji pegawai serta biaya operasional lainnya, anggaran yang benar-benar bisa digunakan untuk pembangunan daerah hanya tersisa sekitar Rp1,535 triliun.
“Belanja yang bisa digunakan untuk membangun hanya Rp1,535 triliun bahkan lebih kecil dari Kabupaten Barito Utara yang hanya untuk membangun satu kabupaten,” katanya.
Meski demikian, Agustiar menegaskan pemerintah provinsi tetap berupaya maksimal menjalankan pembangunan dan pelayanan masyarakat di berbagai sektor prioritas.
Pernyataan tersebut pun menjadi perhatian masyarakat yang hadir dalam pembukaan FBIM 2026. Banyak warga menilai keterbukaan pemerintah terkait kondisi anggaran penting agar masyarakat memahami tantangan pembangunan yang dihadapi daerah saat ini.
Festival Budaya Isen Mulang sendiri tetap digelar meriah meski di tengah efisiensi anggaran. Agenda budaya tahunan terbesar di Kalimantan Tengah itu telah masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) dan diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. (MARINI)









