BORNEONEWS, Banjarmasin - Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dilaporkan mengalami banjir pada Minggu, 17 Mei 2026, menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan dan hulu sungai sejak pagi hingga siang. Informasi kondisi lapangan dihimpun dari jaringan relawan komunikasi radio dan warga di beberapa titik terdampak.
Wilayah yang dilaporkan mengalami kenaikan debit air cukup signifikan berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terutama kawasan wisata Riam Bajandik di Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa, serta sejumlah desa di Kecamatan Hantakan. Air sungai di beberapa lokasi tampak keruh dengan arus deras akibat limpasan dari kawasan hulu.
Pukul 09.00 Wita, kondisi di Desa Papagaran, Kecamatan Hantakan, dilaporkan mengalami kenaikan air sekitar dua meter. Arus sungai terpantau deras dengan warna air keruh, sementara hujan masih turun di kawasan tersebut.
Setengah jam kemudian, laporan dari wilayah Miulan atau Kundan mencatat debit air naik sekitar satu meter dengan arus deras dan cuaca gerimis. Sementara di Arangani, ketinggian air sempat mencapai sekitar 50 sentimeter disertai hujan sedang.
Memasuki pukul 10.50 Wita, kondisi di beberapa titik memburuk. Jembatan penghubung Hantakan–Bulayak dilaporkan mengalami kenaikan air hingga tiga meter. Arus sungai di lokasi tersebut sangat deras dengan air keruh bercampur material lumpur dan kayu.
Kondisi serupa terjadi di kawasan wisata Riam Bajandik. Berdasarkan laporan warga, ketinggian air di objek wisata itu juga naik sekitar tiga meter. Arus deras membuat kawasan sungai berubah keruh dan tidak aman untuk aktivitas wisata maupun penyeberangan.
Sementara itu, di kawasan Kahakan, ketinggian air tercatat naik sekitar 50 sentimeter. Meski lebih rendah dibanding titik lain, warga tetap diminta berhati-hati karena hujan di kawasan hulu belum menunjukkan tanda mereda.
Informasi tambahan yang diterima pada pukul 11.38 Wita menyebutkan debit air di Arangani mulai mengalami penurunan. Jika sebelumnya sempat dilaporkan mencapai sekitar tiga meter, ketinggian air turun menjadi 1,5 meter. Namun arus sungai masih deras dan hujan tetap berlangsung.
Relawan komunikasi radio juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Amandit agar meningkatkan kewaspadaan.
“Saat ini pahuluan Sungai Amandit banjir cukup besar dan hujan masih belum reda, jadi warga di pinggir sungai harus tetap waspada,” demikian peringatan yang disampaikan melalui jaringan RPU RMM 142.020 MHz oleh operator M. Rasyad. (SABRIANOOR)









