JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni mendesak agar Selat Hormuz dibuka kembali tanpa pungutan maupun pembatasan yang bersifat diskriminatif.

Pernyataan itu disampaikan Meloni saat menghadiri Forum Eropa-Teluk di kawasan resor Costa Navarino, Yunani, Sabtu, 17 Mei 2026.

Menurut Meloni, solusi jangka panjang atas krisis di Selat Hormuz harus berlandaskan pada prinsip kebebasan navigasi demi menjaga stabilitas ekonomi global.

“Pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan atau pembatasan diskriminatif sangat penting karena kemakmuran kawasan Mediterania, Teluk, hingga dunia bergantung pada kebebasan navigasi,” ujarnya.

Ia juga menyatakan Italia siap berkontribusi dalam mendukung keamanan pelayaran internasional apabila situasi memungkinkan.

Meloni mengatakan pengalaman Italia dalam operasi misi Uni Eropa Aspides dan Atalanta di Laut Merah serta Samudra Hindia dapat menjadi dasar kontribusi tersebut.

Selain membahas jalur pelayaran internasional, Meloni kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir karena dinilai dapat mengancam stabilitas dan keamanan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Anadolu/ANTARA