JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengaku belum yakin negaranya dapat segera mencapai kesepakatan dengan Iran di tengah negosiasi terkait program nuklir dan konflik kawasan yang masih berlangsung.

Dalam wawancara dengan koresponden BFMTV di Amerika Serikat, Trump menyebut Iran akan menghadapi situasi buruk apabila gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.

“Saya tidak tahu. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan menghadapi situasi yang sangat buruk. Mereka punya kepentingan untuk mencapai kesepakatan,” ujar Trump, Sabtu, 17 Mei 2026.

Sejumlah laporan media menyebut Trump diperkirakan akan menentukan langkah lanjutan dalam beberapa jam ke depan, termasuk kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran apabila perundingan tidak menemukan titik temu.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dibalas Teheran dengan menyerang Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Meski memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, pemerintahan Trump tetap memberlakukan blokade terhadap kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu/ANTARA