JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Sejumlah seniman dan ilustrator yang terlibat dalam proyek film Ghost in the Cell berharap karya seni rupa dapat lebih banyak dihadirkan dalam industri perfilman Indonesia.

Harapan itu disampaikan dalam pameran “Macabre Art Installation: Ghost in the Cell” di Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Mei 2026.

Seniman visual Rudy Ao mengatakan penggunaan karya seni rupa dalam film membuka ruang baru bagi para perupa untuk menampilkan karya visual mereka kepada publik yang lebih luas.

Rudy yang pernah terlibat dalam proyek untuk DC Comics mengaku proyek instalasi “Human Stove” menjadi pengalaman pertamanya membuat karya instalasi khusus untuk film.

Ia dipercaya mengerjakan instalasi tersebut berdasarkan konsep visual yang dibuat sutradara Joko Anwar.

Menurut Rudy, dirinya pertama kali dihubungi Joko Anwar melalui media sosial pada 2025 setelah direkomendasikan sejumlah pihak.

Meski sempat terkejut dengan konsep visual film yang dinilai sadis dan kasar, Rudy mengaku tertantang untuk mengeksplorasi ide tersebut menjadi karya seni.

“Tapi saya senang karena jadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Rudy berharap penggunaan karya instalasi dan seni visual dalam film dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni rupa.

Hal senada disampaikan ilustrator Anwita Citriya yang menilai kolaborasi antara seni visual dan film memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Menurut Anwita, sutradara memberikan kebebasan kepada para ilustrator untuk mengembangkan interpretasi visual berdasarkan skrip dan karakter film.

“Kami diberi gambaran karakter dan skrip, lalu bebas mengembangkan versi visualnya,” katanya.

ANTARA