BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau PT SSMS Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan praktik kelapa sawit berkelanjutan melalui penguatan sertifikasi, peningkatan ketertelusuran rantai pasok, pemberdayaan petani swadaya, hingga pelaksanaan program konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Sustainability PT SSMS Tbk., Henky Satrio Wibowo, dalam Paparan Publik Tahunan Perseroan. Menurutnya, perusahaan terus memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai standar keberlanjutan nasional maupun internasional.
Henky mengatakan bahwa seluruh operasional perseroan saat ini telah 100 persen tersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO. Selain itu, perusahaan juga memenuhi standar keberlanjutan global melalui sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO.
"Komitmen kami adalah memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai standar keberlanjutan nasional maupun internasional, sekaligus menjaga agar setiap produk yang dihasilkan memiliki akuntabilitas dan ketertelusuran yang jelas," kata Henky.
Tidak hanya fokus pada sertifikasi keberlanjutan, lanjutnya, perusahaan juga memperkuat tata kelola mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja melalui penerapan sejumlah standar internasional. Di antaranya ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 14001 terkait sistem manajemen lingkungan, dan ISO 45001 mengenai sistem manajemen keselamatan kerja.
"Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing industri sawit nasional di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk yang ramah lingkungan dan memiliki rantai pasok yang transparan," terangnya lagi.
Selain memperkuat aspek tata kelola perusahaan, SSMS juga menaruh perhatian pada pemberdayaan petani swadaya. Upaya ini dilakukan untuk memastikan praktik perkebunan yang dijalankan mitra petani sejalan dengan prinsip keberlanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Perseroan turut menjalankan berbagai program konservasi lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap ekosistem sekitar kawasan perkebunan, salah satunya yang kami lakukan di Pulau Salat," terangnya.
Penguatan aspek keberlanjutan tersebut sekaligus menjadi strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri sawit global yang kini semakin menekankan pentingnya prinsip environmental, social, and governance atau ESG. Dengan penerapan standar keberlanjutan yang konsisten, perusahaan berharap dapat menjaga kepercayaan pasar serta memperluas akses produk sawit Indonesia ke pasar internasional. (TESTI PRISCILLA/Y)









