BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus memperluas komitmennya dalam mendorong praktik perkebunan sawit berkelanjutan melalui pendampingan kepada petani sawit swadaya agar mampu memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO.
Direktur Sustainability PT SSMS Tbk., Henky Satrio Wibowo, mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional internal, tetapi juga memperluas dampak keberlanjutan kepada masyarakat dan petani di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut Henky, pendampingan dilakukan agar petani swadaya dapat menerapkan praktik budidaya sawit yang berkelanjutan sesuai standar nasional maupun internasional.
“Salah satu fokus kami adalah memastikan petani swadaya juga dapat tumbuh bersama melalui praktik sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Henky pada Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, salah satu inisiatif tersebut diwujudkan melalui pembinaan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM. Saat ini, asosiasi tersebut memiliki sekitar 774 anggota dengan total luasan kebun mencapai 1.747,73 hektare.
Selain itu, Perseroan juga menginisiasi pembentukan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Berkah Mulia Jaya yang beranggotakan 506 petani dengan cakupan kebun mendekati 2.000 hektare.
Henky mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat inklusivitas dalam industri sawit berkelanjutan, sekaligus membuka akses petani terhadap sertifikasi dan tata kelola perkebunan yang lebih baik.
Pada tahun ini, PT SSMS juga berencana memperluas program serupa kepada asosiasi petani sawit lainnya di sekitar wilayah operasional perusahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial dari industri sawit berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Keberlanjutan bukan hanya tentang perusahaan, tetapi juga bagaimana petani swadaya dan komunitas sekitar dapat tumbuh bersama melalui praktik sawit yang bertanggung jawab,” jelas Henky.
Menurutnya, keterlibatan petani swadaya dalam rantai pasok sawit berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional di tengah tuntutan pasar global yang semakin ketat terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
Melalui pendampingan tersebut, PT SSMS berharap petani swadaya dapat meningkatkan kapasitas, produktivitas, serta kualitas pengelolaan kebun sehingga mampu bersaing dan memperoleh nilai tambah dari penerapan standar keberlanjutan internasional. (TESTI PRISCILLA/y)









