PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya merilis data preferensi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan aduan sepanjang tahun 2025.

Dari total 2.696 laporan yang miasuk ke sistem pengaduan terpadu SP4N LAPOR sebagian besar warga ternyata lebih memilih jalur komunikasi langsung via suara saluran Call Center 112.

Kanal resmi milik pemerintah kota ini sukses mendominasi sebagai kanal terfavorit dengan memproses sebanyak 1.230 laporan selama satu tahun penuh.

Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya, Saipullah, menyatakan bahwa data ini menunjukkan adanya kebutuhan yang tinggi di masyarakat akan akses pengaduan yang bersifat instan, interaktif, dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Keberadaan Call Center 112 dinilai memberikan rasa tenang karena warga bisa langsung berbicara dengan petugas operator.

"Masyarakat kita saat ini menginginkan pelayanan yang serba cepat. Jalur Call Center 112 menjadi pilihan utama karena warga merasa keluhan mereka langsung didengar dan direspon secara real-time oleh petugas di telepon," ujar Saipullah, Senin, 18 Mei 2026.

Selain Call Center 112, rekapitulasi data juga menunjukkan performa kanal pengaduan lainnya yang tidak kalah aktif dimanfaatkan oleh publik.

Di posisi kedua, metode pengaduan konvensional melalui Tatap Muka langsung mencatat angka 583 laporan, disusul secara ketat oleh pengguna aplikasi berbasis Android dengan 540 laporan.

Sementara itu, platform pesan instan WhatsApp yang dinilai sangat praktis berhasil menjaring 225 laporan, sedangkan sisa aduan lainnya masuk melalui websit  resmi dan surat pos.

Saipullah menambahkan, keragaman kanal pengaduan ini sengaja disediakan untuk menjembatani seluruh lapisan masyarakat, baik kelompok masyarakat yang melek digital maupun yang masih nyaman dengan cara-cara konvensional.

"Kami tidak membatasi masyarakat harus melapor lewat satu pintu digital saja. Data membuktikan, kehadiran layanan Tatap Muka dan WhatsApp yang dipadukan dengan aplikasi Android mampu mengakomodasi semua karakteristik warga dalam menyampaikan keluh kesahnya," tuturnya.

Dari total ribuan laporan yang masuk melalui berbagai kanal tersebut, isu penanganan bencana dan kedaruratan menjadi substansi yang paling banyak diadukan dengan 1.604 laporan, diikuti masalah sosial dan kesejahteraan sebanyak 638 laporan.

Diskominfo memastikan bahwa apa pun kanal yang digunakan oleh warga, seluruh pesan tetap masuk ke dalam satu sistem integrasi yang sama untuk diverifikasi oleh Admin Koordinator sebelum diteruskan ke dinas teknis terkait.

"Tingginya antusiasme warga ini akan kami jawab dengan peningkatan kualitas pelayanan. Kami berkomitmen untuk terus memangkas waktu tunggu respon aduan agar setiap panggilan dan pesan yang masuk dari warga bisa segera dieksekusi oleh SOPD di lapangan," pungkasnya. (HENDRI/y)